Pertanyaan besarnya adalah: Advertising untuk anak-anak, benar atau salahkah? Bagi anak-anak, kemasan pembungkus McDonald’s adalah segalanya. The Chicago Sun Times baru-baru ini meliput, Are your kids McDonald’s brainwashed?
Sebuah artikel yang ditulis dengan mengikuti riset dari seorang guru besar pedriatic di Standford University, DR Tom N. Robinson. Studinya dilakukan dengan melibatkan 63 anak-anak usia 3-5 tahun dan selera makan mereka terhadap makanan produksi McDonald’s.
Pada setiap makanan buatan McDonald’s tersebut dibungkus dengan kemasan yang memiliki brand McDonald’s dan kemasan biasa tanpa brand McDonald’s. Percayakah anda, setiap kali anak-anak itu memakan makanan yang menggunakan bungkus kemasan tanpa brand McDonald’s, mereka selalu kehilangan selera.






Sugesti brand kuwat banget ya…
Dear tikabanget™…
Yup…benar sekali, sangat kuat…sepertinya harus ada kesadaran dan kontrol dari masyarakat akan hal itu…
Wah… ini menarik sekali…
Menurut saya, anak-anak belum perlu menerima jenis advertising semacam ini. Otak anak-anak masih sangat sensitif, segala hal yang dilihat, didengar, dan dirasakannya akan langsung diserap otak. Misalnya saja tingkah anak-anak yang suka meniru aksi artis di TV. Pada hakekatnya, sensitivitas otak anak-anak yang kuat tersebut seharusnya digunakan untuk proses belajar. Namun zaman sekarang ini telah banyak media-media publikasi yang tidak terkontrol yang bisa “meracuni” otak anak-anak.
Ada juga jenis publikasi atau advertising di media yang mendukung proses belajar anak misalnya saja TV edukasi, atau tagline-tagline yang mendidik, misalnya “ingin pintar? makanya belajar” atau “bohong itu dosa”. Hal-hal semacam inilah yang seharusnya dikembangkan di dalam advertising, karena selain menjual, juga mendidik.
Ini menjadi tanggung jawab orang dewasa, khususnya yang bergerak di bidang informasi. Seharusnya mereka memberi perhatian lebih pada dampak lain yang ditimbulkan, khususnya pada anak-anak, dan tidak hanya memikirkan keuntungan belaka. Advertising semacam ini sedikit banyak mempengaruhi perkembangan otak dan perilaku anak-anak ke depan. Bisa saja anak-anak di tahun 2020 menganggap bahwa tidak ada makanan selain Mc Donald. Ini merupakan suatu krisis sosial yang sangat parah, atau mungkin ini memang yang mereka rencanakan?
Sistem branding tersebut bukan pencucian otak, melainkan pembentukan pribadi tentang sebuah simbol. Mudahnya adalah saat anda memperkenalkan diri anda pada anak anda (“ade.. coba ngomong…PAPA…ini MAMA…”)
Tolak ukur penilaian selalu relatif tergantung pada objek yang diangkat.