Corporate Identity

9 10 2007

Di dalam marketing, Corporate Identity (CI) adalah “persona” dari suatu korporasi yang disesuaikan dengan pencapaian terhadap sasaran bisnis secara obyektif, pada umumnya seringkali dimanifestasikan melalui branding atau digunakan sebagai merek dagang.

Corporate identity dihadirkan ketika suatu perusahaan/organisasi atau kelompok kepemilikan suatu perusahaan/organisasi berusaha secara bersama membangun filosofi perusahaan/organisasi tersebut.

Secara riil  Corporate identity dapat diwujudkan berupa kultur organisasi/perusahaan atau kepribadian dari organisasi/perusahaan tersebut. Pada intinya, bertujuan agar masyarakat mengetahui, mengenal, merasakan dan memahami filosofi-filosofi perusahaan/organisasi tersebut. (Balmer, 1995).

Corporate Identity terdiri dari tiga bagian yang digunakan dalam bermacam cakupan:

  • Corporate Visual (logo, uniform dsb)

  • Corporate Communication (iklan, public relations, informasi dsb)

  • Corporate Behavior (nilai-nilai internal, norma-norma dsb)

Pemahaman Sosial

“Corporate Identity” juga muncul sebagai suatu bentuk pemahaman sosial dalam masyarakat. Di dalam masyarakat yang besar seperti negara misalnya, suatu golongan yang berskala minoritas cenderung untuk berusaha keras dalam mengembangkan memperkenalkan “corporate identity” di manapun mereka berada. “Corporate Identity” menjadi suatu ikatan/bon yang khusus pada setiap pelaku atau anggota golongan tersebut sekalipun mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Ikatan/bon ini dibangun secara umum atas dasar pengalaman yang serupa, diskriminasi yang serupa, mempunyai nilai-nilai budaya yang serupa, pembatasan yang ekonomi, dan lain lain.

Religious Symbol

Simbol Religius

Di Amerika Serikat, sebagai contoh, para orang Arab atau keluarga Yahudi, Negro, Hispanic, Kaum Homoseksual, dan orang-orang yang tidak memeluk agama Kristen serta banyak minoritas-minoritas lainnya, masing-masing mempunyai suatu pengertian atau pemahaman yang diwujudkan dalam “Corporate Identity”. Di dalam kelompok tertentu akan selalu muncul perasaan “Kita harus hati-hati terhadap satu sama lain” dan “Aku mempunyai suatu kewajiban tidak hanya untuk berhasil, tetapi membantu orang lain dari kelompok ku.”

Sudut Pandang Organisasi

Pada monograph didalam Chinese Corporate Identity (Routledge, 2005), Peter Peverelli, mengusulkan suatu definisi yang baru tentang Corporate Identity, yang didasarkan dengan teori organisasi secara umum yang pernah ditampilkan pada awal-awal pekerjaan Peverelli (2000). Berikut definisi Corporate Identity sebagai hasil interaksi sosial:

  • Corporate identity adalah cara atau usaha para “aktor korporasi” (aktor korporasi adalah istilah yang digunakan bagi yang merasa diri mereka bertindak atas nama perusahaan/golongan) untuk menampilkan perusahaan/golongan agar mereka bisa dipertimbangkan di dalam interaksi sosial yang berkelanjutan dengan para aktor yang lain dalam konteks yang spesifik. Hal itu meliputi persamaan persepsi tentang realitas, ways-to-do-things, perilaku lain yang terkait, dll.

  • Di dalam prosesnya para aktor korporasi menjadikan Corporate identity memiliki arti penting yang sama pentingnya dengan yang lain, kapital perusahaan misalnya. Corporate identity juga meliputi perusahaan/golongan itu sendiri sebagi sebuah kumpulan atau serikat para aktor korporasi yang saling berkaitan satu dengan lainnya dan tak terpisahkan.

  • Aktor korporasi dapat membangun suatu identitas yang berbeda dalam kontek yang berbeda pula.


AddThis Social Bookmark Button


Actions

Information

10 responses

22 10 2007
Maulia Petryan

Artikel Bapak sangat menarik sekali, memberikan penjelasan yg konkret mengenai corporate indentity itu sendiri. Dari sini saya akhirnya mengetahui bahwa corporate identity itu tidak hanya milik sebuah organisasi berbau bisnis, tapi juga golongan sosial lainnya. Fungsi corporate identity sendiripun tidak hanya berperan simbolis terhadap organisasi itu, melainkan juga dapat memberikan gambaran mengenai kultur ataupun kepribadian dari organisasi tersebut.

31 10 2007
agesvisual

Dear Maulia Petryan…

Terimakasih sebelumnya…Memang Corporate Identity (CI) memiliki beragam pendefinisian dan dasar teori. Artikel diatas merupakan satu dari beragam aspek kajian mengenai Corporate Indentity berdasarkan maketing, sosial dan organisasi. Kaitan lebih lanjut dari artikel ini akan ditulis menyusul dengan subyek materi seperti Corporate Identity Visual System (CVIS), Proses dan aplikasi CVIS, Manajemen Proyek CVIS, Portfolio CVIS dan bermacam aspek-aspek lainnya.

10 02 2008
Endah Cendrakasih H

Sedikit sulit dimengerti dan sangat idealis untuk tetap survive di dalam dunia desain.

Terutama buat pemula seperti saya, tadinya yang ada dipikiran saya sebuah CI hanya mencakup logo, dan brand suatu perusahaan, ternyata itu hanya bagian kecil dari dari Corporate Identity. CI juga muncul sebagai suatu bentuk pemahaman sosial dalam masyarakat, dan bertujuan agar masyarakat tersebut mengetahui sejarah dan memahami filosofi-filosofi persahaan tersebut.
Terima kasih.

13 02 2008
Febriana Friza

Selamat Pagi

Artikel yang menarik memuat pengertian sebuah CI yang ternyata tidak hanya di miliki oleh sebuah perusahaan atau pun sebuah organisasi. Melainkan CI dapat dimuat dalam tampilan iklan atau sebuah produk. Adanya CI ini dapat membuat masyarakat yang melihat dapat memahami sejarah filosofi atau pun data yang mencerminkan kultur yang terdapat dalam perusahaan, organisasi atau pun produk.

13 02 2008
Rafli Pramudi

Assalamu’alaikum Wr Wb

Saya baru tahu bahwa CI itu sangat penting karena merupakan simbol suatu perusahaan tersebut. CI itu mewakili filosofi dan tujuan suatu perusahaan…seperti “jantung perusahaan”…jika suatu perusahaan tersebut tidak memiliki CI, maka identitas perusahaan tersebut tidak jelas…

Terima kasih…Wassalam

14 02 2008
Ryan Dwi Antoro

Assalamu`alaikum Wr Wb

Saya sangat setuju dengan artikel yang anda tulis, karena menurut saya “Corporate Identity” memberikan ciri khas kepada sebuah perusahaan atau golongan. Seperti halnya saat kita diberi nama oleh orang tua kita. Orang dapat lebih mudah mengenal identitas sebuah perusahaan atau golongan melalui Corporate Identity yang dibuatnya. Karena sebuah perusahaan atau golongan mudah dikenal atau diingat oleh publik melalui Corporate Identitynya. Jadi, jika sebuah perusahaan atau golongan tidak memiliki Corporate Identity. Maka publik akan bertanya-tanya dan tidak mengenali perusahaan tersebut.

Terima Kasih…….. Wasalamu`alaikum Wr Wb

14 03 2008
Ega

Assalam mualaikum….

Semua yang ada di dalamnya bagus n bisa jadi nambah wawasan. Kasih tw dong, kira-kira buku komunikasi apa yang ngebahas tentang corporate identity? Pliz kasih tau ya, cz pusing banget ni…buku n pengarangnya sapa? Thx

24 01 2009
Tinuk Nurhayati

Thanks banget atas uraian-uraian diatas, sangat bermanfaat bgt bwt khalayak umum, semoga kedepan bisa membuat sesuatu yg lebih bagus lagi…

28 01 2009
agesvisual

Dear Tinuk Nurhayati…
Terima Kasih juga ya…Semoga manfaat :)

8 05 2009
Madd

Bisa tolong dijelaskan ga? Itu simbol mewakili keyakinan apa saja?
Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: