

Lihatlah diatas! Itu adalah Fujin Rajin dan Kazuki Tsutom, dua boneka kayu yang lucu buatan Jepang. Orang Jepang membuatnya dari limbah kayu yang di reka rupa dengan style anime dan mengikuti kemauan pasar, boneka-boneka itu di desain menjadi mainan edukatif yang bisa di bongkar pasang seperti lego. Limbah kayu ya? Bukankah di Indonesia jumlahnya berjuta-juta kubik? Kok ga ada yang bisa jadi mainan sebagus dan se-edukatif ini. Orang Indonesia saat ini malah lebih suka mainan plastik buatan China, yang dapat dibeli dengan uang Rp.10.000 dapat tiga mainan. Memang murah sih, tapi taukah anda bahaya mainan plastik buatan China ini?
Dari 75% pangsa pasar mainan dunia, maka nilai ekspor mainan China adalah USD 55 Milyar (data tahun 2000) x 75% =USD 41,25 Milyar. Industri kreatif berbasis mainan memang menjadi penyumbang ekonomi China yang cukup potensial, bayangkan ada 8000 pabrik menggantungkan nasibnya pada industri ini. Faktor ancaman dalam skala ekonomi adalah: jika ada 8000 pabrik yang membuat mainan setiap hari di China, bayangkan berapa Cost Effectivenya industri manufakturing dari Volume Produksi mainan disana. Satu mainan bisa diproduksi jutaan unit sekali jalan. Ya jelas bisa murah!
Faktor ancaman dalam kesehatan adalah: Anda tahu SCRAP? Scrap adalah limbah atau sisa-sisa, termasuk didalamnya sisa-sisa plastik. Sisa-sisa plastik diolah ulang oleh industri mainan di China dengan di recycle secara kimiawi menggunakan logam berat seperti timbal, diberi penguat semacam formalin dan diwarnai dengan zat pewarna yang tidak layak untuk kesehatan, lalu dikemas dengan kemasan yang berasal dari plastik daur ulang juga, lalu diekspor secara besar-besaran keseluruh dunia dan akhirnya menjadi mainan murah yang beredar di Indonesia. Bagaimana tidak murah harganya kalau diproduksi dengan konsep produksi seperti ini? Apalagi kalau masuknya ke Indonesia dengan cara diselundupkan.
Nah, kapan para desainer Indonesia mau memanfaaatkan limbah kayu menjadi sesuatu yang bernilai guna? Semua bahan baku sudah tersedia di Indonesia, murni dan tidak beracun…semua dari alam! Buruan sebelum diserobot negara tetangga lagi.
Data John Howkins, 2001 dan dari sumber lain.





waowwww…!!! kkereeenn..!!!! [lirik gambar dengan kagum]
bisa ndak ya kita bikin sendiri?
Dear tikabangetâ„¢…
Mustinya sih bisa, kurang apalagi…kayu banyak, kreatifitas ok, skill percayalah…tinggal mau memulai atau tidak sama sekali…
Mantep neh ya, bener-bener desain teh kapake…dipikir juga dgn warna kayunya. Salut, anjrit kapiheulaan euy…hehehe…
Halo…saya juga memproduksi mainan edukatif dari kayu..bahannya dari kayu pinus sisa potongan furnitur,atau kayu sisa peti kemas…Alhamdulillah sekarang sedang berkembang..lihat situs saya ya… http://www.omochatoys.com, untuk yang tertarik ingin memasarkan produk kami silakan hub. Yuni di yuniyoyok@gmail.com
Thanks ya Mbak Yuni…
Semoga usaha kreatif anda bertambah maju…
Kapan-kapan, boleh ya…kalo saya tulis
tentang produk usaha anda di blog ini…
Benar-benar oke banget..
Kreatif banget.. ayoooo bergerak industri kreatif indonesia.. potensi indonesia bisa dikatakan unlimited…market juga unlimited…bener gak sih..?
Sebenarnya modalnya sudah ada seperti pada wayang golek itu. Sayang pengrajin wayang golek kurang terinspirasi untuk membuat golek-golek baru yang up to date semacam ranger-ranger yang ada. Yang perlu ditingkatkan adalah jiwa petualang para desainer mainan dari kayu.