Sejarah Animasi: Sebelum Disney

6 01 2008

Comic Strip yang sering kita lihat sehari-hari sebenarnya sudah menjadi tampilan pada dekorasi tembok di Mesir sekitar 2000 tahun sebelum masehi, menceritakan banyak hal yang terjadi di Mesir waktu itu dari mulai tata cara kehidupan keseharian, pemerintahan sampai adu gulat antar prajurit. Leonardo Da Vinci juga menampilkan gerakan tangan yang berputar pada karya besarnya yaitu Vitruvian Man. Illustrasi malaikat-malaikat pada mural gereja karya Giotto juga memperlihatkan repetisi gerakan yang kontinyu. Di Jepang orang menggunakan gulungan gambar untuk menceritakan cerita panjang sama seperti layaknya Wayang Beber di Jawa. Pada tembok Candi Borobudur juga terdapat urutan cerita tentang perjalan tiga babak Sidharta Gautama.

Namun seiring dengan perjalanan waktu manusia mencoba tidak hanya menangkap gambar tapi juga berupaya membuat karya artistiknya menjadi hidup dan bergerak. Sejak mula gambar babi hutan di dinding gua Altamira-Spanyol Utara hingga perjalanan kematian para Firaun adalah sebuah kronologi panjang yang dicoba untuk dikumpulkan sebagai bahan awal mula dari animasi.

ThaumatropeAnimasi, sebenarnya tidak akan terwujud tanpa didasari pemahaman mengenai prinsip fundamental kerja mata manusia atau dikenal dengan nama The Persistance of Vision. Seperti ditunjukan pada karya seorang Prancis Paul Roget (1828), penemu Thaumatrope. Sebuah alat berbentuk kepingan yang dikaitkan dengan tali pegas diantara kedua sisinya. Kepingan itu memiliki dua gambar pada sisinya. Satu sisi bergambar burung, satu sisi lainnya bergambar sangkar burung. Ketika kepingan berputar maka burung seolah masuk kedalam sangkarnya. Proses ini ditangkap oleh mata manusia dalam satu waktu, sehingga mengekspose gambar tersebut menjadi gerak.

Dua penemuan berikutnya semakin menolong mata manusia. Phenakistoscope, ditemukan oleh Joseph Plateu (1826), merupakan kepingan kartu berbentuk lingkaran dengan sekelilinganya di penuhi lubang-lubang dan gambar berbentuk obyek tertentu. Mata akan melihat gambar tersebut melalui cermin dan pegas membuatnya berputar sehingga satu serial gambar terlihat secara progresif menjadi gambar yang bergerak kontinyu. Teknik yang sama di tampilkan pada alat bernama Zeotrope, ditemukan oleh Pierre Desvignes (1860), berupa selembar kertas bergambar yang dimasukan pada sebuah tabung.

Phenakistoscope Zeotrope

Phenakistoscope dan Zeotrope

Pengembangan kamera gerak dan projector oleh Thomas Alfa Edison serta para penemu lainnya semakin memperjelas praktika dalam membuat animasi. Animasi akhirnya menjadi suatu hal yang lumrah walaupun masih menjadi “barang” mahal pada waktu itu. Bahkan Stuart Blackton, diberitakan telah membuat membuat film animasi pendek tahun 1906 dengan judul “Humourous Phases of Funny Faces”, dimana prosesnya dilakukan dengan cara menggambar kartun diatas papan tulis, lalu difoto, dihapus untuk diganti modus geraknya dan di foto lagi secara berulang-ulang. Inilah film animasi pertama yang menggunakan “stop-motion” yang dihadirkan di dunia.

Pada awal abad ke dua puluh, popularitas kartun animasi mulai menurun sementara film layar lebar semakin merajai sebagai alternatif media entertainment. Publik mulai bosan dengan pola yang tak pernah berganti pada animasi tanpa didalamnya terdapat story line dan pengembangan karakter. Apa yang terjadi pada saat itu merupakan kondisi dimana mulai terentang jarak antara film layar lebar dan animasi, kecuali beberapa karya misalnya Winsor McCay yang berjudul Gertie the Dinosaur, 1914. McCay telah memulai sebuah cerita yang mengalir dalam animasinya ditambah dengan beberapa efek yang mulai membuat daya tarik tersendiri. Hal ini juga mulai terlihat pada karya Otto Messmer, Felix the Cat.

“Plots? We never bothered with plots. They were just a series of gags strung together. And not very funny, I’m afraid.” – Dick Huemer, 1957

Pada era ini, cerita animasi masih banyak terpengaruh pola cerita klasik, mungkin masih terasa hingga saat ini. Tipikal ceritanya selalu dengan tokoh yang menjadi hero dan musuhnya. Industri animasi mulai kembali menanjak di Amerika manakala komersialiasi mulai merambah dunia tersebut. Cerita and strory line pun mulai beragam disesuaikan dengan demand publik. Industri-industri film raksasa mulai membuat standardisasi animasi yang laku di pasaran. Biaya produksi pun dapat ditekan dan tidak setinggi dulu. Akhirnya kartun mulai memasuki era manufaktur dipertengahan abad ke dua puluh.

AddThis Social Bookmark Button


Actions

Information

28 responses

11 02 2008
Annurfal Septiandi

Assalammualaikum wr.wb.

Menurut saya, perkembangan dunia animasi, komik khususnya perlu mendapat perhatian yang lebih dan mungkin kita harus akui kalau kita memang perlu informasi tentang dunia komik dari masa ke masa, tujuannya jelas, yaitu agar kita tidak hanya bisa mengkonsumsi komik dan animasi tanpa tahu sejarahnya juga latar belakangnya.

Beruntung belakangan ada media cetak (majalah) yang mengkhususkan untuk membahas perkembangan komik dari masa ke masa. Begitu pula dengan artikel yang ada di blog ini sungguh sangat membantu dan menambah wawasan kita. Kita sekarang jadi lebih tahu bahwa komik yang identik dengan kesia-siaan (dimata orang tua kebanyakan umumnya) malah memiliki kisah sejarah yang harus di acungi dua jempol.Bagaimana dulu komik sebelum seperti sekarang adalah benda mahal, tapi sekarang komik sudah merupakan salah satu media atau produk yang menjanjikan dan dapat dinikmati oleh banyak orang dari semua lapisan baik umur maupun golongan.

Komik-komik yang cukup terkenal di masa Indonesia “tempo doeloe” seperti Si Buta Dari Gua Hantu, Mahabharata-Bharatayuda, Gundala Putera Petir, Godam, Aquanus, Panji Tengkorak, Si Mata Syiwa dan masih banyak lagi malah menjadi bahan incaran para kolektor barang antik yang bernilai tinggi.

Kesimpulan saya, masyarakat memang harus mengakui dan jangan memandang sebelah mata tentang komik dan animasi, akuilah kita memang harus menjadikan komik juga sebagai salah satu media aspirasi dan apresiasi, sebagai simbol perkembangan zaman dan asset budaya bangsa karena komik cukup memberikan andil yang nyata untuk perkembangan zaman di negara ini.

Wassalammualaikum. wr.wb.

12 02 2008
Guna Rizki

Assalamualaikum wr.wb

Menurut saya dunia animasi, memang sungguh menghibur…
khususnya animasi Walt Disney dimana didalamnya menyajikan tokoh-tokoh kartun lucu dan unik-unik yang bisa menghibur bagi penikmatnya.

Kemudian…saya tertarik pada prinsip fundamental kerja mata manusia atau dikenal dengan nama The Persistance of Vision seperti ditunjukan pada karya seorang Prancis Paul Roget (1828), penemu Thaumatrope, ini sama artinya memahami animasi juga seperti memahami ilmu-ilmu lain yang berada di IPTEK secara eksakta.

Wassalamu akaikum Wr.Wb

13 02 2008
Slamet Riyadi

Setelah saya membaca artikel mengenai “Sejarah Animasi” saya baru tahu kalau animasi itu sudah ada sejak jaman dahulu dan animasi juga tidak sembarangan dibuat. Melainkan dengan pemikiran yang sangat masak sehingga dapat diterima oleh banyak orang dengan baik.

13 02 2008
Dodi Rosadi

Assalamualaikum wr.wb

Disini saya baru tahu bahwa animasi sebenarnya tidak akan terwujud tanpa didasari pemahaman mengenai prinsip fundamental kerja mata manusia atau dikenal dengan nama The Persistance of Vision.

Wassalamu akaikum Wr.Wb

13 02 2008
Marisi Octaviana

Artikel yang menarik tentang sejarah animasi, sungguh saya tidak menyangka kalau animasi bukan diciptakan dari sekedar gambar-gambar dan coret-coretan pensil saja melainkan asal mulanya dari prinsip pemahaman fundamental kerja mata manusia. Perkembangan animasi juga semakin meningkat,dan mempunyai prospek yang bagus untuk ke depan.

13 02 2008
Yulia Ismawati

Assalamualaikum wr. wb

Dahulu animasi ini dibuat untuk menjelaskan cerita secara detail, maka cara membuatnya pun tidak mudah karena harus didasari oleh PRINSIP FUNDAMENTAL. Semakin lama animasi pun semakin berkembang ke arah yang lebih baik.

Wassalamualaikum wr. wb

13 02 2008
Anne Rufaidah Nuran

Assalamualaikum wr.wb

Artikel mengenai sejarah animasi ini sangat berguna sekali, terlebih lagi untuk seorang mahasiswi seperti saya, karena kita bisa tahu tentang awal mula munculnya animasi di dunia ini. Saya juga tidak menyangka kalau munculnya animasi tidak di buat sembarangan, bukan sekedar coret-coretan biasa, melainkan melalui pemikiran manusia yang di dasari dengan prinsip fundamental. Sekarang animasi di buat di dunia digital yang semakin berkembang lebih maju

Wassalamualaikum wr.wb

14 02 2008
Mega Ashtari

Sejujurnya saya lebih interest pada animasi ketimbang Desain Grafis. Animasi berkembang sangat pesat semenjak 100 tahun kemunculannya dan bahkan di beberapa negara,saya melihat animasi menjadi pasar industri yang menjanjikan dan sukses hingga go internasional.

Sekedar menambahkan, saya pernah membaca mengenai animasi pertama di Jepang. Animasi yang dibuat pada tahun 1907 tersebut hanya berupa clip berdurasi 3 detik yang menggambarkan seorang anak laki-laki berpakaian pelaut yang sedang menulis kanji di papan tulis.

Namun dari awal yang sederhana seperti itu menjadi pondasi yang kuat untuk animasi hingga saat ini. Sekarang saya berharap bahwa pemuda Indonesia kelak akan menghidupkan animasi karya anak bangsa yang pantas disejajarkan dengan karya dunia. Siapa tahu nanti Indonesia justru akan dikenal lewat animasi dan ilustrasinya.

14 02 2008
M. rifki azis

Sekedar menambahkan, saya pernah membaca mengenai animasi pertama di Jepang. Animasi yang dibuat pada tahun 1907 tersebut hanya berupa clip berdurasi 3 detik yang menggambarkan seorang anak laki-laki berpakaian pelaut yang sedang menulis kanji di papan tulis.

Namun dari awal yang sederhana seperti itu menjadi pondasi yang kuat untuk animasi hingga saat ini. Sekarang saya berharap bahwa pemuda Indonesia kelak akan menghidupkan animasi karya anak bangsa yang pantas disejajarkan dengan karya dunia. Siapa tahu nanti Indonesia justru akan dikenal lewat animasi dan ilustrasinya.

14 02 2008
Suhariyadi

Menurut saya dunia animasi, memang sungguh menghibur…
khususnya animasi Walt Disney dimana didalamnya menyajikan tokoh-tokoh kartun lucu dan unik-unik yang bisa menghibur bagi penikmatnya.

14 02 2008
Habibah Amalia

Assalamu’alaikum…

Wah…ternyata perjalanan animasi di dunia sudah ada dari zaman mesir kuno, atau bahkan sebelumnya…animasi ketika itu tak sesempurna animasi sekarang, tetapi manusia yang berfikir sporadis lah yang membuatnya semakin lebih baik lagi…Dan bagaimanakah perkembangan animasi-animasi yang akan datang? hanya kita lah yang dapat menjawabnya…..Semangat!

14 02 2008
Shabrina Adlina'arifah K

“ANIMASI”, satu kata yang bermakna penuh dengan daya kreatifitas seseorang dalam menggambar yang berubak menjadi suatu karya artistik menjadi hidup dan bergerak. “ANIMASI” adalah salah satu bentuk karya yang memacu daya kreatifitas seorang yang berjiwa seni. “ANIMASI” adalah sebentuk karya artistik yang membuat saya menyukai dunia seni pertama kali.

Artikel yang anda tulis mengenai Sejarah Animasi ini membuka wawasan saya lebih dalam mengenai Asal mula animasi itu sendiri. Dan membuat saya mengerti mengenai “prinsip pemahaman fundamental kerja mata manusia”.

Caio….
Semoga dunia animasi dapat berkembang tidak hanya di luar Indonesia, tetapi juga di Indonesia. Hopefully i can be the next animator.. ;)

Terimakasih…..

14 02 2008
Vidia Cahyani Ayuningtyas

Ass.Wr.Wb…

Artikel ini sungguh sangat menarik. Ternyata banyak cerita dibalik proses munculnya animasi-animasi modern yang sudah marak saat ini. Animasi sudah mulai ada sejak zaman dulu kala. Zaman dimana muncul animasi yang hanya diawali oleh benda-benda yang sederhana. Tapi tetap saja animasi itu tidak akan terwujud tanpa didasari pemahaman mengenai prinsip fundamental kerja mata manusia atau dikenal dengan nama The Persistance of Vision seperti yang dijelaskan dalam artikel.
Dari sini, saya pun jadi tertarik untuk bisa mempelajari animasi lebih lengkap.

14 02 2008
Indra Atmana

Mmm…jadi “komik” pada zaman mesir kuno sudah ada ya, cuma mungkin lebih mendeskripsikan tentang kehidupan sehari-hari. Memang zaman sekarang segala macam media pasti tak lepas dari animasi..

Saya juga tanpa terasa terlahir dari sejak kecil sampai sekarang selalu di suguhi dengan berbagai macam media animasi, yang membuat saya sekarang ini selalu termotivasi untuk membuat komik yang unik dan lucu.

Seperti karya seorang Prancis Paul Roget (1828), yang men-trigger animasi sampai bisa pada saat ini. Beliau benar-benar hebat padahal dengan terbatasnya teknologi pada zaman itu dan rintangan-rintangan lainnya tapi tetap dapat berpikir kreatif, dan idenya dapat melahirkan animasi-animasi hebat pada saat ini.

Jadi, kita sebagai manusia yang hidup pada zaman yang serba high-tech seperti sekarang ini seharusnya tak boleh kalah dengan para pelopor-pelopor animasi sebelumnya. Ayo teman, bersama-sama kita ciptakan karya nusa bangsa tercinta kita agar dapat diakui di kancah dunia. Berjuanglah! Ganbate zooo!

19 09 2008
Yanita

Kalo boleh saya bertanya sedikit…
Apakkah lingkup seorang animator?

14 10 2008
Aurelia

Kata “ANIMASI” memang tidak jarang kita dengar dipublik kita sudah sangat terkenal. Inspirasi ku muncul setiap aku mendengar kata “ANIMASI”. Karena bagiku kata “ANIMASI”sangat berpengaruh terhadap inspirasi seseorang…

Maju Teruz…

19 12 2008
Robi

Salam kenal sebelumnya…..

Saya mahasiswa Universitas Widyatama…
Saat ini saya sedang ada tugas bikin makalah…
Jadi artikelnya terpaksa saya ambil untuk jadi referensi.

Thank’s banget atas artikelnya…sampai ketemu lagi.

30 12 2008
agesvisual

Dear Robi…

Ga usah terpaksa…silahkan gunakan artikel kami untuk referensi anda…Cantumkan link URL nya ya dalam tulisan-mu…

Trims juga…

10 02 2009
Andre

Saya juga lagi mengerjakan tugas akhir nih, kebetulan juga lagi mengajukan proposal tentang animasi, boleh dipakai kan? Kalau boleh tau artikel ini dikutip dari buku mana?

Terima Kasih.

10 02 2009
agesvisual

Dear Andre…

Tulisan animasi di blog ini tidak menyadur dari buku manapun Mas Andre. Kalau mau dipake buat referensi silahkan saja. Dengan mencantumkan nama dan URL blog ini di catatan kaki atau daftar pustaka pada tulisan tugas akhir anda, saya rasa sudah cukup sebagai gantinya.

Semoga Sukses TA nya ya Mas Andre…

1 03 2009
Leah

Duuuh…Pak Dosen baek banget yaaa….
Enak nih kalo semua dosen kayak gini, mahasiswa-nya boleh copy paste artikel-artikelnya….hehehee….

2 03 2009
agesvisual

Dear Leah…

Kalo mahasiswa nya kayak Lea juga dosen nya enak…soalnya cerdas dan cepet ngerti..:D

4 03 2009
Roy Sudarso

I really Love The World of ANIMASI.
I can’t explain by detail of the
It makes The World Smile ! Colourfull ! Good Expression !
I really apreciate for …

Nice to become a part of this world .

Honour & Respect to You
-Roy-

4 03 2009
agesvisual

Dear Roy Sudarso…

Thanks for your attention.

1 06 2009
Mimi

Hai…….. awak ape kabo?

4 06 2009
agesvisual

Dear Mimi…
Kabar Baik…:D

9 07 2009
Mas

Salam Saya dari Malaysia. Mau minta ijin copy n print mau di kongsi sama student. TQVM

23 09 2009
Sejarah Animasi « F4is4l21's Blog

[...] Sejarah Animasi: Sebelum Disney [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: