<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: 20 Pertanyaan Klien untuk Desainer Grafis</title>
	<atom:link href="http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2009 03:28:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Riza Rachman</title>
		<link>http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/#comment-462</link>
		<dc:creator>Riza Rachman</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 03:28:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agesvisual.wordpress.com/?p=507#comment-462</guid>
		<description>Blog ini sangat bermanfaat sekali bagi saya dan tentunya desainer-desainer grafis lain yang membacanya...

Pertanyaan saya Prospek Lapangan Kerja terkecil dan terbesar untuk seorang desainer Grafis ke depannya akan kemana?...dan apa saja tolong diberikan contohnya...Apakah profesi sebgai seorang Desainer Grafis itu menjajikan? Tolong dijelaskan dengan rinci...Kalau sempat Bapak bisa mengunjungi Blog saya juga yang sudah saya cantumkan di kolom atas untuk memberi masukan dan pandangan pada Saya mengenai prospek ke depan Saya..

Mohon dibalas...Terima Kasih...
djaper.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini sangat bermanfaat sekali bagi saya dan tentunya desainer-desainer grafis lain yang membacanya&#8230;</p>
<p>Pertanyaan saya Prospek Lapangan Kerja terkecil dan terbesar untuk seorang desainer Grafis ke depannya akan kemana?&#8230;dan apa saja tolong diberikan contohnya&#8230;Apakah profesi sebgai seorang Desainer Grafis itu menjajikan? Tolong dijelaskan dengan rinci&#8230;Kalau sempat Bapak bisa mengunjungi Blog saya juga yang sudah saya cantumkan di kolom atas untuk memberi masukan dan pandangan pada Saya mengenai prospek ke depan Saya..</p>
<p>Mohon dibalas&#8230;Terima Kasih&#8230;<br />
djaper.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agesvisual</title>
		<link>http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/#comment-429</link>
		<dc:creator>agesvisual</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 02:20:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agesvisual.wordpress.com/?p=507#comment-429</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Dear Allim...&lt;/strong&gt;

Sebenarnya saya kurang paham dengan pertanyaan anda, &quot;dia&quot; yang anda maksud itu siapa ya?...tapi baiklah akan saya coba jawab. 

Harga sebuah desain, biasanya tidak ditentukan dengan melihat setiap items produknya. Maksud saya begini: desainer pasti tidak pernah mau menentukan creative fee secara eceran, misal, untuk harga brochure segini, harga poster segini, harga cover buku segini dst. Tapi biasanya digabungkan dengan nilai nomimal suatu proyek desain, contohnya Corporate Identity, Branding Promotion atau Print Ad Promo dalam bentuk full service (majalah, koran, large banner, poster dsb).

Jika anda seorang pemula, minimal proyek desain yang sedang anda lakukan lebih dari 1 atau 2 macam produk desain. Sehingga sebagai seorang desainer anda bisa dihargai layaknya desainer bukan sebagai...maaf...tukang setting. Sebab pekerjaan desainer tentunya tidak sekedar membuat sebuah tampilan atau visual semata tapi lebih dari itu. Semoga Manfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dear Allim&#8230;</strong></p>
<p>Sebenarnya saya kurang paham dengan pertanyaan anda, &#8220;dia&#8221; yang anda maksud itu siapa ya?&#8230;tapi baiklah akan saya coba jawab. </p>
<p>Harga sebuah desain, biasanya tidak ditentukan dengan melihat setiap items produknya. Maksud saya begini: desainer pasti tidak pernah mau menentukan creative fee secara eceran, misal, untuk harga brochure segini, harga poster segini, harga cover buku segini dst. Tapi biasanya digabungkan dengan nilai nomimal suatu proyek desain, contohnya Corporate Identity, Branding Promotion atau Print Ad Promo dalam bentuk full service (majalah, koran, large banner, poster dsb).</p>
<p>Jika anda seorang pemula, minimal proyek desain yang sedang anda lakukan lebih dari 1 atau 2 macam produk desain. Sehingga sebagai seorang desainer anda bisa dihargai layaknya desainer bukan sebagai&#8230;maaf&#8230;tukang setting. Sebab pekerjaan desainer tentunya tidak sekedar membuat sebuah tampilan atau visual semata tapi lebih dari itu. Semoga Manfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Allim</title>
		<link>http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/#comment-426</link>
		<dc:creator>Allim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 12:47:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agesvisual.wordpress.com/?p=507#comment-426</guid>
		<description>Berapa tarif desain untuk sebuah printing...ataupun brosur brosur yang kecil namun sangat sulit untuk pembuatanya. Tapi kalo dilihat hasil laba dia dari hasil printingan yang saya desain tidak terlalu banyak...mohon solusinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berapa tarif desain untuk sebuah printing&#8230;ataupun brosur brosur yang kecil namun sangat sulit untuk pembuatanya. Tapi kalo dilihat hasil laba dia dari hasil printingan yang saya desain tidak terlalu banyak&#8230;mohon solusinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Alif Utama</title>
		<link>http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/#comment-399</link>
		<dc:creator>Alif Utama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 15:40:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agesvisual.wordpress.com/?p=507#comment-399</guid>
		<description>Makasih infonya ya Pak..belum pernah bapak sampaikan di kelas tentang yang satu ini...tapi saya bisa pelajari dari sini saja udah cukup...akan berguna sekali untuk saya nanti...Terima Kasih Pak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasih infonya ya Pak..belum pernah bapak sampaikan di kelas tentang yang satu ini&#8230;tapi saya bisa pelajari dari sini saja udah cukup&#8230;akan berguna sekali untuk saya nanti&#8230;Terima Kasih Pak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agesvisual</title>
		<link>http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/#comment-377</link>
		<dc:creator>agesvisual</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 07:00:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agesvisual.wordpress.com/?p=507#comment-377</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Dear Benykla...&lt;/strong&gt;

Sebenarnya tidak ada cara yang khusus dalam menghitung tarif desain apapun item yang dibuat. Jika anda bekerja pada sebuah agency sebenarnya tidak susah untuk mengetahui berapa harga yang ditawarkan untuk sebuah project desain. Tapi kalo anda freelancer memang agak sulit menentukan kecuali kalau kita sudah punya ketetapan harga. Berikut tips berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan:

1. Apakah anda lebih suka memberi harga pada pekerjaan anda berdasarkan &lt;strong&gt;waktu (timebase)&lt;/strong&gt; alias pakai &quot;argo&quot; atau &lt;strong&gt;kuota pekerjaan&lt;/strong&gt; alias borongan? Kedua model tadi tentunya akan berpengaruh pada bentuk dan jumlah tarif yang berlaku. Jika anda seorang solo profesional freelancer maka pilihan untuk kerja borongan lebih menguntungkan ketimbang time base karena lebih kecil resikonya, terutama untuk proyek-proyek jangka pendek. Namun anda harus memperjelas spesifikasi output produk desain yang anda buat. Jika anda Web Desainer maka pilihan untuk mengambil mode time base tentunya kan lebih menguntungkan karena website dibangun tidak hanya pada tampilan nya saja tapi maintenance.

2. Jam terbang anda pun akan berpengaruh pada besaran tarif. Semakin anda kenyang dengan asam garam mendesain, semakin mahal harga yang bisa anda negosiasikan. Jika anda belum begitu pengalaman maka menyesuaikan harga desain dengan budget klien adalah pilihan yang aman, walau harus diperhatikan juga batas kewajarannya. Ambil sisi baiknya, siapa tau klien suka dengan hasil kerja anda maka bisa jadi anda dikontrak untuk pekerjaan dalam jangka waktu lama.

3. Tingkat kesulitan sebuah proyek juga akan menentukan terhadap penawaran harga. Hal ini sebenarnya bisa diukur secara sederhana dengan melihat media desain yang digunakan. Misalnya, mendesain cover buku dengan cara hand drawing tentunya lebih sulit dibanding dengan digital imaging, hal ini memungkinkan desainer untuk lebih memberi harga yang lebih tinggi pada pekerjaannya.

Semoga menolong, lain kali akan saya sambung dengan tips dan pengalaman yang lain dan berkaitan dengan persoalan ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dear Benykla&#8230;</strong></p>
<p>Sebenarnya tidak ada cara yang khusus dalam menghitung tarif desain apapun item yang dibuat. Jika anda bekerja pada sebuah agency sebenarnya tidak susah untuk mengetahui berapa harga yang ditawarkan untuk sebuah project desain. Tapi kalo anda freelancer memang agak sulit menentukan kecuali kalau kita sudah punya ketetapan harga. Berikut tips berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan:</p>
<p>1. Apakah anda lebih suka memberi harga pada pekerjaan anda berdasarkan <strong>waktu (timebase)</strong> alias pakai &#8220;argo&#8221; atau <strong>kuota pekerjaan</strong> alias borongan? Kedua model tadi tentunya akan berpengaruh pada bentuk dan jumlah tarif yang berlaku. Jika anda seorang solo profesional freelancer maka pilihan untuk kerja borongan lebih menguntungkan ketimbang time base karena lebih kecil resikonya, terutama untuk proyek-proyek jangka pendek. Namun anda harus memperjelas spesifikasi output produk desain yang anda buat. Jika anda Web Desainer maka pilihan untuk mengambil mode time base tentunya kan lebih menguntungkan karena website dibangun tidak hanya pada tampilan nya saja tapi maintenance.</p>
<p>2. Jam terbang anda pun akan berpengaruh pada besaran tarif. Semakin anda kenyang dengan asam garam mendesain, semakin mahal harga yang bisa anda negosiasikan. Jika anda belum begitu pengalaman maka menyesuaikan harga desain dengan budget klien adalah pilihan yang aman, walau harus diperhatikan juga batas kewajarannya. Ambil sisi baiknya, siapa tau klien suka dengan hasil kerja anda maka bisa jadi anda dikontrak untuk pekerjaan dalam jangka waktu lama.</p>
<p>3. Tingkat kesulitan sebuah proyek juga akan menentukan terhadap penawaran harga. Hal ini sebenarnya bisa diukur secara sederhana dengan melihat media desain yang digunakan. Misalnya, mendesain cover buku dengan cara hand drawing tentunya lebih sulit dibanding dengan digital imaging, hal ini memungkinkan desainer untuk lebih memberi harga yang lebih tinggi pada pekerjaannya.</p>
<p>Semoga menolong, lain kali akan saya sambung dengan tips dan pengalaman yang lain dan berkaitan dengan persoalan ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Benykla</title>
		<link>http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/#comment-376</link>
		<dc:creator>Benykla</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 05:45:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agesvisual.wordpress.com/?p=507#comment-376</guid>
		<description>Gimana cara hitung tarif desain cover?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gimana cara hitung tarif desain cover?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agesvisual</title>
		<link>http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/#comment-373</link>
		<dc:creator>agesvisual</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 16:16:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agesvisual.wordpress.com/?p=507#comment-373</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Dear Burdoy...&lt;/strong&gt;

Terimakasih kembali...
Saya cuma membantu lewat pengalaman. Syukur kalo ada manfaatnya. Memang kadang kala desainer yang sudah senior pun suka &quot;kepleset&quot; saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan klien. 

Tapi satu hal yang harus dipegang teguh dalam konteks ini adalah komitmen dan rasa tanggung jawab. Jangan sampai hal ini &quot;menguap&quot; manakala muncul pertanyaan-pertanyaan tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dear Burdoy&#8230;</strong></p>
<p>Terimakasih kembali&#8230;<br />
Saya cuma membantu lewat pengalaman. Syukur kalo ada manfaatnya. Memang kadang kala desainer yang sudah senior pun suka &#8220;kepleset&#8221; saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan klien. </p>
<p>Tapi satu hal yang harus dipegang teguh dalam konteks ini adalah komitmen dan rasa tanggung jawab. Jangan sampai hal ini &#8220;menguap&#8221; manakala muncul pertanyaan-pertanyaan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Burdoy</title>
		<link>http://agesvisual.wordpress.com/2009/02/02/20-pertanyaan-klien-untuk-desainer-grafis/#comment-372</link>
		<dc:creator>Burdoy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 15:26:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agesvisual.wordpress.com/?p=507#comment-372</guid>
		<description>&lt;strong&gt;20 pertanyaan klien untuk designer...&lt;/strong&gt;

Suatu hal yang tak terfikirkan/blm terfikirkan untuk para designer muda (awal). Maaf, biasanya para designer muda terkesan agresif, selalu memarken karya  di depan klien, walau dengan portofolio yang minim, seakan menggurui klien. 

Jadi jangan disalahkan, kalo para designer muda untuk awal-awal banyak yang beranggapan tertipu klien, karena sudah memberikan gagasan/ide/concept yang klien inginkan sebelum MOU. Mungkin untuk para designer senior, sudah terbiasa akan menghadapi hal seperti ini, walau terkadang ada aja yang lupa terfikirkan. 

Untuk agesvisual, saya ucapkan terima kasih karena telah mengingatkan dan memberi informasi untuk para designer...

&lt;strong&gt;Salam Kreatif&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>20 pertanyaan klien untuk designer&#8230;</strong></p>
<p>Suatu hal yang tak terfikirkan/blm terfikirkan untuk para designer muda (awal). Maaf, biasanya para designer muda terkesan agresif, selalu memarken karya  di depan klien, walau dengan portofolio yang minim, seakan menggurui klien. </p>
<p>Jadi jangan disalahkan, kalo para designer muda untuk awal-awal banyak yang beranggapan tertipu klien, karena sudah memberikan gagasan/ide/concept yang klien inginkan sebelum MOU. Mungkin untuk para designer senior, sudah terbiasa akan menghadapi hal seperti ini, walau terkadang ada aja yang lupa terfikirkan. </p>
<p>Untuk agesvisual, saya ucapkan terima kasih karena telah mengingatkan dan memberi informasi untuk para designer&#8230;</p>
<p><strong>Salam Kreatif</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
