Solar Powered Kinetic Animal Sculptures

25 11 2007

Development of my Eadweard Muybridge / Theo Jansen inspired kinetic paper animals. Featured are a solar powered horse followed by a horse and some Giraffes controlled by a Basic Stamp 2 micro-controler.

AddThis Social Bookmark Button

Advertisements




Liquid Magnet Sculpture

24 11 2007

A ferrofluid (from the Latin ferrum, meaning iron) is a liquid which becomes strongly polarised in the presence of a magnetic field. Ferrofluids are composed of nanoscale ferromagnetic particles.

AddThis Social Bookmark Button





Kinetic Sculpture

23 11 2007

Renowned kinetic sculptor Jeffery Laudenslager of San Diego, California, brings his multi-dimensional vision into form with Ukoyi-E.

AddThis Social Bookmark Button





Patung Binatang dari Sparepart Elektronik

18 11 2007

Ann P. Smith adalah pematung yang memiliki ciri khas dalam membuat karya. Patung-patungnya terbuat dari sparepart barang electronik bekas yang masih berfungsi dan kabel-kabel yang berwarna. Kecenderungan visualnya membentuk karakter hewan. Keren dan bermanfaat, disaat yang lain dibuang menjadi sampah yang ini didaur ulang dengan artistik.

AddThis Social Bookmark Button





Patung Sci-Fi dari Kayu

16 11 2007

Pematung Michael Rea memang tidak diragukan merakit bangun dengan detail khusus. Tetapi berbeda dengan kebanyakan arsitek, dia menggambarkan karyanya dengan pengetahuan ‘encyclopedic’ yang merunut dari budaya Yunani kuno dan dibumbui sedikit ‘sense of humor’ yang eksentrik untuk patung-patungnya yang unik. Sebuah proses kreasi yang tampaknya sederhana namun sebenarnya sangat rumit dan menuntut skil yang tinggi.

Secara konsep, Rea banyak dipengaruhi oleh film, game consoles, mesin waktu dan artefak suci — semua dibuat dari kayu. Pada karya Rea berjudul “A Prosthetic Suit For Stephen Hawking with Japanese Steel”. Dia membuat robot setinggi delapan kaki yang mirip dengan Gundam Suit, dilengkapi dengan pedang tentunya, dan menurutnya akan digunakan sebagai alat bantu penopang tubuh bagi fisikawan Stephen Hawking, konsepnya muncul setelah Rea melihat film besutan Quentin Tarantino — Kill Bill.

AddThis Social Bookmark Button





Robot Kayu Mainan

15 11 2007

Fujin Rajin

Kazuki Tsutom

Lihatlah diatas! Itu adalah Fujin Rajin dan Kazuki Tsutom, dua boneka kayu yang lucu buatan Jepang. Orang Jepang membuatnya dari limbah kayu yang di reka rupa dengan style anime dan mengikuti kemauan pasar, boneka-boneka itu di desain menjadi mainan edukatif yang bisa di bongkar pasang seperti lego. Limbah kayu ya? Bukankah di Indonesia jumlahnya berjuta-juta kubik? Kok ga ada yang bisa jadi mainan sebagus dan se-edukatif ini. Orang Indonesia saat ini malah lebih suka mainan plastik buatan China, yang dapat dibeli dengan uang Rp.10.000 dapat tiga mainan. Memang murah sih, tapi taukah anda bahaya mainan plastik buatan China ini?

Dari 75% pangsa pasar mainan dunia, maka nilai ekspor mainan China adalah USD 55 Milyar (data tahun 2000) x 75% =USD 41,25 Milyar. Industri kreatif berbasis mainan memang menjadi penyumbang ekonomi China yang cukup potensial, bayangkan ada 8000 pabrik menggantungkan nasibnya pada industri ini. Faktor ancaman dalam skala ekonomi adalah: jika ada 8000 pabrik yang membuat mainan setiap hari di China, bayangkan berapa Cost Effectivenya industri manufakturing dari Volume Produksi mainan disana. Satu mainan bisa diproduksi jutaan unit sekali jalan. Ya jelas bisa murah!

Faktor ancaman dalam kesehatan adalah: Anda tahu SCRAP? Scrap adalah limbah atau sisa-sisa, termasuk didalamnya sisa-sisa plastik. Sisa-sisa plastik diolah ulang oleh industri mainan di China dengan di recycle secara kimiawi menggunakan logam berat seperti timbal, diberi penguat semacam formalin dan diwarnai dengan zat pewarna yang tidak layak untuk kesehatan, lalu dikemas dengan kemasan yang berasal dari plastik daur ulang juga, lalu diekspor secara besar-besaran keseluruh dunia dan akhirnya menjadi mainan murah yang beredar di Indonesia. Bagaimana tidak murah harganya kalau diproduksi dengan konsep produksi seperti ini? Apalagi kalau masuknya ke Indonesia dengan cara diselundupkan.

Nah, kapan para desainer Indonesia mau memanfaaatkan limbah kayu menjadi sesuatu yang bernilai guna? Semua bahan baku sudah tersedia di Indonesia, murni dan tidak beracun…semua dari alam! Buruan sebelum diserobot negara tetangga lagi.

Data John Howkins, 2001 dan dari sumber lain.


AddThis Social Bookmark Button