Motion Capture

22 01 2008

Teknologi perekam gerak ini banyak digunakan dalam pembuatan video game untuk menganimasikan gerak atlet, aksi laga para aktor dana karakter lainnya dalam game. Film menggunakan motion capturing untuk mendapatkan efek komputer dalam beberaepa kasus untuk menggantikan cara tradisional menggerakkan/manganimasikan objek dan menghasilkan tokoh hasil generated komputer seperti tokokh Gollum dalam Lord Of The Ring, The Mummy dan King Kong. Sementara itu film Sinbad: Beyond the Veil of Mists merupakan film pertama yang menggunakan teknologi Motion Capture dalam proses pembuatannya yang dikerjakan oleh beberapa animator film tersebut.

Dalam pembuatan fitur komputer animasi dalam film, industri film terbagi atas studio yang menggunakan teknologi ini dan yang tidak. Dalam sejarah film animasi lebih daari 3 nomanator film meneerima penghargaan Academy Award tahun 2006 untuk kategori The Best Animated Features, dua film animasi sebagai nominator yaitu Monster House dan Happy Feet, dengan keluar sebagai pemenang yaitu Happy Feet, kedua studio yang membuatnya menggunakan teknologi Motion Capture, namun hanya Pixar dengan film The Cars yang tidak menggunakan teknologi ini, bahkan salah satu karya terakhirnya Pixar Studio, Ratatouille, merupakan film yang murni 100% tidak menggunakan teknologi Motion Capturing.

Motion Capture mulai digunakan secar intensif untuk memproduksi hasil karya film untuk melakukan simulasi gerakan aksi realistik dalam film, yang mendekati atau bahkan sama dengan tampilan dan gerakan model yang sesungguhnya. The Polar Express merupakan salah satu film yang menggunakan teknologi Motion Capture untuk memberikan Tom Hanks beraksi dalam aksinya dalam karakter yang diibuat difilm tersebut(sekaligus menggunakan suaranya didalam film tersebut). Tahun 2007 film adaptasi the saga Beowulf juga menggunakan digital karakter yang diambil sekaligus gerak dan suara sang aktor. The Walt Disney Company juga mengumumkan bahwa sedang mempersiapkan karya film terbaru yang juga menggunakan teknik yang sama, yaitu Robert Zemeckis’s A Christmas Carol and Tim Burton’s Alice in Wonderland.

Virtual Reality dan Augmented Reality mampu membuat interaksi antara pengguna dengan konten digital secara real time, yang umumnya digunakan untuk Training Simulation, visual perception tests, atau menunjukkan perjalanan virtual 3 dimensi dengan 3D Environtment didalmnya. Teknologi Motion Capture umumnya digunakan didalam sistem pengarahan secara digital untuk mengarahkan karakter secara real time.

Alternatif proses produksi rekam gerak terfokus pada analisa gaya berjalan dan bergerak tokoh digital, yang merupakan aplikasi utama dalam Motion Capture, rekam gerak yang tanpa batas memberikan jalan untuk melakukan evaluasi gerak manusia, tanpa memberikan beban peralatan tracking, sehingga memberikan keleluasaan gerak bagi objek. Hanya untuk proses rekam tesebut perlu dipersiapkan beberapa kamera yang mampu menangkap objek secara perspektif melalui 3 hingga 24 sudut pandang khusus berupa siluet objek yang bersangkutan untuk di Mapping didalam komputer, terutama mengenai gerak, gaya berjalan dan beberapa unsur Biometric untuk mendapatkan data secara live menggunakan software analisis.


AddThis Social Bookmark Button


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: