Typography School

23 02 2008

Veteran graphic designer/typographer and letterpress teacher from the London College of Printing: David Dabner talks in this video about giving an insight into the principles of design, creative letterpress etc.

AddThis Social Bookmark Button

Advertisements




V for Vendetta Text Animation

22 02 2008

Skill build that I did for work. We had to do the whole “animated typography” thing. I went for a movie trailer type of look. Didn’t spend too much time on it. All done in After Effects.

AddThis Social Bookmark Button





Typolution

21 02 2008

Desainer grafis Olivier Beaudoin, mentata rythme music dan animasi minimalis typography dengan komposisi yang unik. Bercerita tentang environtmental (mungkin ini semacam campaigne juga) yang memiliki alur cerita sederhana dan mudah dipahami.

AddThis Social Bookmark Button





Terampil Menulis Jawi : ترامڤيل منوليس جاوي

20 02 2008

picture-1

اندا ايڠين اونتوق منوليس جاوي؟ تاڤي اندا تيدق ڤاهم چاراڽ؟ كيني اد ڤڽلساينڽ؟ ساي برجومڤا دڠن ويبسايت اين، سوڠڬوه بنر-بنر عجأيب! ددالم ويبسايت اين اندا داڤت لڠسوڠ منوليس جاوي دان ڤاهم سكتيكا، جادي جاڠن مالو اونتوق بركونجوڠ ك : http://www.ejawi.net/converter.php

Terjemahan tulisan diatas kira-kira begini:

Anda ingin menulis huruf Jawi? Tapi anda tidak paham caranya? Kini ada penyelesaiannya! Saya berjumpa dengan website  ini, sungguh benar-benar ajaib! Didalam website ini anda dapat langung menulis huruf jawi dan menjadi paham seketika, jadi jangan malu berkunjung ke website ini : http://www.ejawi.net/converter.php

Naaaah…bagi para Typographer sekarang ga perlu sulit lagi kalo mau menulis Huruf Jawi alias Huruf Arab Gundul. Memang masih ada beberapa teks yang belum bisa di convert secara utuh, tapi setidaknya “converter” itu dapat memberikan pertolongan yang berguna.

AddThis Social Bookmark Button





Gaya Baru Huruf Jepang

18 02 2008

Adalah sebuah kelompok yang cukup menarik dan anggota mereka kebanyakan merupakan para kreator muda berasal dari Tokyo, dikenal dengan nama: Dainippon Type Organization. Mereka memecah aksara Jepang yaitu Katakana, Hiragana dan Kanji ke dalam bentuk potongan-potongan lalu disusun lagi bagian-perbagian dan menghasilkan karakter yang baru.

Hiragana

Hiragana a-i-u-e-o, ada lebih dari 40 macam karakter Katakana

Katakana a-i-u-e-o, juga terdapat lebih dari 40 karakter

Kanji

Kanji, terdapat ribuan karakter Kanji dan setiap karakter mewakili sebuah arti, dari kiri ke kanan: “mata, pohon, burung, tangan, gunung”

Sebagai sebuah Organisasi Khusus, spesialisasi mereka adalah mengelola sebuah unit typography dan banyak melakukan proses desain yang bersifat percobaan. Organisasi ini didirikan oleh dua orang desainer, Tetsuya Tsukada dan Hidechika pada tahun 1993.

Anda mungkin tidak terlalu asing dengan aksara Jepang walau tidak dapat membacanya. Namun akan menjadi suatu hal yang menarik ketika memperhatikan karakter typography-nya berubah menjadi karakter baru yang pintar dan jenaka serta memiliki pesan yang dimaksud oleh karakter tersebut. Sekarang, dengan mengenal Dainippon Organization kita mendapatkan suatu pelajaran dalam konteks baru semiotika aksara Jepang.

Tetsuya Tsukada Hidechika

Tetsuya Tsukada dan Hidechika

Karakter Tetsuya Tsukada Karakter Hidechika

Perhatikan dibawah photo Tetsuya Tsukada, sebuah karakter yang ditampilkan pada kartu nama miliknya merupakan karakter yang terdiri dari aksara Hiragana, tersusun mulai mata, hidung dan mulut. Mata kanan dan hidung dibaca “Te”, mata kiri “Tsu”, dan mulut “Ya”. Begitu pula pada bagian mata, hidung dan mulut dari karakter Hidechika.


AddThis Social Bookmark Button





Tahukah Perbedaannya?

17 02 2008

Arial, Tahoma, HelveticaHelvetica (yang ditunjukkan dengan warna coklat) telah dikembangkan oleh Max Miedinger untuk The Haas Type Foundry pada tahun 1957 dan pada awal 1960-an menjadi bagian dari para pemakai huruf standar. Arial (yang ditunjukkan dengan warna biru) muncul ketika desktop computers telah dikembangkan oleh para perancang Microsoft pada tahun 1982.

Apakah yang membuat salah satu dari font ini lebih menarik dan lebih legible dibanding yang lain? Dengan berbagai alasan, jawaban dari para desainer hampir dapat dipastikan, font mana yang mereka pilih (karena hampir selalu berpihak pada Helvetica), walaupun Arial kini sudah menjadi sebuah sistem font yang lazim digunakan sebagai default font untuk web pages.

Barangkali ada baiknya kita memiliki pembanding pilihan yaitu Tahoma (yang ditunjukkan dengan warna violet) yang dirancang oleh Matthew Carter untuk Microsoft pada tahun 1996. Tahoma mempunyai x-height yang lebih besar, lebih membatasi bentuk dan teks sebuah kalimat, lebih ketat dalam pengaturan jarak, tampilan Tahoma menjadi daya tarik tersendiri jika menjadi sebuah Font Screen.

Silahkan perhatikan bagaimana Helvetica VS Arial.


AddThis Social Bookmark Button