Walt Disney

13 01 2008
Disney Portrait

Walt Disney atau dikenal dengan nama aslinya Walter Elias Disney lahir di Chicago, Illinois, 5 Desember 1901. Ayahnya, Elias Disney adalah seorang Irlandia–Canada. Ibunya Flora Call Disney, seorang Amerika keturunan Jerman. Walt adalah seorang anak dari lima bersaudara, empat lelaki dan satu perempuan. Dia adalah kreator yang menciptakan Mickey Mouse dan pendiri Disneyland serta Walt Disney World.

Dalam kariernya selama 43 tahun di Hollywood, dimana dia melakukan pengembangan media gambar gerak (motion picture) setahap demi setahap dan menjadikannya sebagai karya seni Amerika, Walt Disney, sang pendongeng modern, memantapkan dirinya dan produk yang diciptakannya sebagai bagian dari budaya asli Amerika.

David Low, seorang kartunis politik dari Inggris menyebut Disney sebagai “the most significant figure in graphic arts since Leonardo DaVinci.” Seorang pionir, inovator, dan penjaga kualitas bagi berkembangnya imajinasi-imajinasi diseluruh dunia.

Walt Disney, bersama para staff-nya, menerima lebih dari 950 penghargaan dan citation dari berbagai Negara, termasuk didalamnya 48 Academy Award dan 7 Emmy selama hidupnya. Walt, sendiri secara pribadi menerima banyak penghargaan termasuk didalamnya penghargaan akademis dari Harvard, Yale, the University of Southern California dan UCLA; the Presidential Medal of Freedom; France’s Legion of Honor dan Officer d’Academie decorations; Thailand’s Order of the Crown; Brazil’s Order of the Southern Cross; Mexico’s Order of the Aztec Eagle; dan penghargaan the Showman of the World Award dari the National Association of Theatre Owners.

Dibesarkan di sebuah pertanian dekat Marceline, Missouri, Walt telah tertarik dengan menggambar sejak usia dini, pernah menjual sketsa pertama yang dibuat pada tetangganya ketika baru berusia tujuh tahun. Saat bersekolah di McKinley High School di Chicago, Walt menyalurkan perhatiannya pada photography dan menggambar serta mengkontribusikan kedua kemampuannya untuk majalah sekolah. Walt berharap akan melanjutkan kuliah di sebuah Akademi Seni Rupa.

Pada tahun 1918, Walt mendaftarkan dirinya menjadi sukarelawan militer. Ditolak, sebab dia masih berusia 16 tahun. Akhirnya Walt bergabung dengan Palang Merah dan mengantar dirinya berkeliling dunia. Walt mengendarai sebuah ambulance palang merah, pada bagian perbagian body ambulance-nya dihiasi dengan gambar dan kartun bukan dengan loreng kamuflase perang.

AddThis Social Bookmark Button





Sejarah Animasi: Sebelum Disney

6 01 2008

Comic Strip yang sering kita lihat sehari-hari sebenarnya sudah menjadi tampilan pada dekorasi tembok di Mesir sekitar 2000 tahun sebelum masehi, menceritakan banyak hal yang terjadi di Mesir waktu itu dari mulai tata cara kehidupan keseharian, pemerintahan sampai adu gulat antar prajurit. Leonardo Da Vinci juga menampilkan gerakan tangan yang berputar pada karya besarnya yaitu Vitruvian Man. Illustrasi malaikat-malaikat pada mural gereja karya Giotto juga memperlihatkan repetisi gerakan yang kontinyu. Di Jepang orang menggunakan gulungan gambar untuk menceritakan cerita panjang sama seperti layaknya Wayang Beber di Jawa. Pada tembok Candi Borobudur juga terdapat urutan cerita tentang perjalan tiga babak Sidharta Gautama.

Namun seiring dengan perjalanan waktu manusia mencoba tidak hanya menangkap gambar tapi juga berupaya membuat karya artistiknya menjadi hidup dan bergerak. Sejak mula gambar babi hutan di dinding gua Altamira-Spanyol Utara hingga perjalanan kematian para Firaun adalah sebuah kronologi panjang yang dicoba untuk dikumpulkan sebagai bahan awal mula dari animasi.

ThaumatropeAnimasi, sebenarnya tidak akan terwujud tanpa didasari pemahaman mengenai prinsip fundamental kerja mata manusia atau dikenal dengan nama The Persistance of Vision. Seperti ditunjukan pada karya seorang Prancis Paul Roget (1828), penemu Thaumatrope. Sebuah alat berbentuk kepingan yang dikaitkan dengan tali pegas diantara kedua sisinya. Kepingan itu memiliki dua gambar pada sisinya. Satu sisi bergambar burung, satu sisi lainnya bergambar sangkar burung. Ketika kepingan berputar maka burung seolah masuk kedalam sangkarnya. Proses ini ditangkap oleh mata manusia dalam satu waktu, sehingga mengekspose gambar tersebut menjadi gerak.

Dua penemuan berikutnya semakin menolong mata manusia. Phenakistoscope, ditemukan oleh Joseph Plateu (1826), merupakan kepingan kartu berbentuk lingkaran dengan sekelilinganya di penuhi lubang-lubang dan gambar berbentuk obyek tertentu. Mata akan melihat gambar tersebut melalui cermin dan pegas membuatnya berputar sehingga satu serial gambar terlihat secara progresif menjadi gambar yang bergerak kontinyu. Teknik yang sama di tampilkan pada alat bernama Zeotrope, ditemukan oleh Pierre Desvignes (1860), berupa selembar kertas bergambar yang dimasukan pada sebuah tabung.

Phenakistoscope Zeotrope

Phenakistoscope dan Zeotrope

Pengembangan kamera gerak dan projector oleh Thomas Alfa Edison serta para penemu lainnya semakin memperjelas praktika dalam membuat animasi. Animasi akhirnya menjadi suatu hal yang lumrah walaupun masih menjadi “barang” mahal pada waktu itu. Bahkan Stuart Blackton, diberitakan telah membuat membuat film animasi pendek tahun 1906 dengan judul “Humourous Phases of Funny Faces”, dimana prosesnya dilakukan dengan cara menggambar kartun diatas papan tulis, lalu difoto, dihapus untuk diganti modus geraknya dan di foto lagi secara berulang-ulang. Inilah film animasi pertama yang menggunakan “stop-motion” yang dihadirkan di dunia.

Pada awal abad ke dua puluh, popularitas kartun animasi mulai menurun sementara film layar lebar semakin merajai sebagai alternatif media entertainment. Publik mulai bosan dengan pola yang tak pernah berganti pada animasi tanpa didalamnya terdapat story line dan pengembangan karakter. Apa yang terjadi pada saat itu merupakan kondisi dimana mulai terentang jarak antara film layar lebar dan animasi, kecuali beberapa karya misalnya Winsor McCay yang berjudul Gertie the Dinosaur, 1914. McCay telah memulai sebuah cerita yang mengalir dalam animasinya ditambah dengan beberapa efek yang mulai membuat daya tarik tersendiri. Hal ini juga mulai terlihat pada karya Otto Messmer, Felix the Cat.

“Plots? We never bothered with plots. They were just a series of gags strung together. And not very funny, I’m afraid.” – Dick Huemer, 1957

Pada era ini, cerita animasi masih banyak terpengaruh pola cerita klasik, mungkin masih terasa hingga saat ini. Tipikal ceritanya selalu dengan tokoh yang menjadi hero dan musuhnya. Industri animasi mulai kembali menanjak di Amerika manakala komersialiasi mulai merambah dunia tersebut. Cerita and strory line pun mulai beragam disesuaikan dengan demand publik. Industri-industri film raksasa mulai membuat standardisasi animasi yang laku di pasaran. Biaya produksi pun dapat ditekan dan tidak setinggi dulu. Akhirnya kartun mulai memasuki era manufaktur dipertengahan abad ke dua puluh.

AddThis Social Bookmark Button





TV Plasma, Sebuah Kronologi

13 09 2007

panasonic-th-50px60u-50

PDP (Plasma Display Panel), sebuah jenis TV generasi kedua yang dapat ditempatkan di dinding dan sering di perkenalkan melalui siaran atau surat kabar akhir-akhir ini. PDP adalah sebuah unit yang menampilkan gambar dengan menggunakan plasma yang dibentuk dari pelepasan gas seperti yang dapat kita perkirakan berdasarkan namanya. Diera informasi saat ini, informasi dikirimkan melalui media informasi seperti suara, cahaya,arus listrik, gelombang. Istilah multimedia adalah di mana berbagai bentuk media ini di lebur menjadi satu, sudah tidak asing bagi kita saat ini. Multimedia TV, Video CD, Digital Video Disk (DVD), HDTV, Interactive TV dan Internet, lainnya adalah product khas multimedia yang ada saat ini. Informasi yang dapat disimpan dalam otak manusia dikabarkan terbentuk dalam informasi gambar sekitar 3Mbps dan informasi suara sekitar 20ij 50Kbps. Dengan kata lain, informasi yang diterima oleh indra visual jauh lebih bermanfaat, sehingga pengiriman informasi visual lebih bermanfaat dan penting sekali.

CRT (Cathode Ray Tube) diperkenalkan tahun 1890 dan telah digunakan pada TV pada tahun 1929 dan TV berwarna diperkenalkan pada tahun 1953. Setelah lebih dari 40 tahun TV menjadi media paling penting dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi permintaan konsumen saat ini9 cenderung pada TV layar lebar sejalan denga peningkatan taraf hidup. Atas permintaan tersebut kelas TV dengan ukuran CRT 30” keatas muncul tetapi menunjukan keterbatasannya dalam berbagai cara. Oleh sebab itu konsumen beralih tertarik pada FPD (Flat Panel Display) dengan ukuran layar lebar lebih dari 40”.

Pengenalan PDP
FDP diklasifikasikan sebagai Emissive Display (Secara nama, elemen yang memancarkan cahaya sendiri) dan Non-Emissive Display (Secara nama, elemen yang tidak memancarkan cahaya sendiri). Termasuk Emissive Display FED (Field Emision Display), VFD (Vacuum Fluorescent Display), EL (Electro-luminescence), PDP (Plasma Display Panel), dll. Dan yang termasuk Non Emissive Display LCD (Liquid crystal Display) , ECD (Electr-Chromic Display), dll. Dari bermacam-macam FPD diatas salah satu yang paling dikenal adalah PDP.

Bahkan dalam sejarah, PDP TV lebih tahan lama dibandingkan dengan yang lainnya, termasuk CRT TV tetapi PDP memiliki masalah lebih banyak dibandingkan CRT TV. Tidak dapat disangkal lagi bahwa adanya kekosongan penelitian PDP untuk masa tertentu di bagian R&D.

Sebuah PDP satu warna telah dikembangkan oleh perusahaan Bell system Amerika pada tahun 1927, lebih awal dari pengembangan CRT TV yang dikembangkan pada tahun 1928 dalam dua tahun. Type DC PDP ditemukan pada tahun 1954 oleh 2 orang Profesor. Slotow dan Blitz di universitas Illinois, Amerika tahun 1964 diumumkan type AC PDP. Setelah 30 tahun berlalu sejak AC PDP ditemukan, R&D mulai bergema dalam pengembangan PDP, termasuk Korea dan Jepang. Membidik type yang dapat ditempatkan didinding untuk TV generasi terbaru.

Bagaimanapun juga sejarah menguji setelah ditemukannya PDP. PDP satu warna telah digunakan pada PC notebook diawal tahun 1980. Walaupun demikian hanya PDP yang diperbolehkan sebagai produk dengan orientasi gambar berwarna dengan ukuran besar. PDP adalah layar yang menggunakan plasma alami dan plasma yang dihasilkan dari pelepasan gas. Oleh karena itu kita tidak dapat menerangkan mengenai plasma dan pelepasan gas tanpa mengetahui stuktur dan prinsip PDP.

Plasma disebut sebagai “status/keadaan zat keempat” Keadaan zat ketiga disebut padat, cair dan gas. Perubahan dari padat menjadi cair dan dari cair menjadi gas dengan menggunakan panas, dimana jika menggunakan panas selanjutnya dari keadaan gas zat terpisah menjadi ion-ion dan elemen-elemen yang muncul sebagai partikel yang lepas. Keadaan ini dinamakan Plasma. Singkatnya Plasma sebagai grup partikel yang lepas.

Umumnya generasi plasma di dapatkan melalui pelepasan listrik daripada menggunakan metode panas. Mirip dengan plasma pada PDP juga dihasilkan melalui listrik, pelepasan gas oleh medan listrik dan elemen yang bebas dihasilkan melalui proses ionisasi dan juga diakselerasi oleh medan listrik Pengulangan proses tersebut menimbulkan rusaknya penyekat dan proses sepeti ini dinamakan “Avalanche Discharge” Plasma dimana pada PDP yaitu Pancaran cahaya plasma bertekanan tinggi yang mendekati tekanan atmosfir.


AddThis Social Bookmark Button





TV, Dahulu Kala

12 09 2007

Poster Iklan Baird Televisor, 1930Adalah suatu anugerah bagi kita, dengan hadirnya televisi yang memberikan begitu banyak informasi kepada kita. Beragam stasiun TV dengan aneka program siarannya yang disajikan dengan kualitas gambar dan tata suara yang apik, menjadikan televisi sebagai sumber segala informasi, berita, dan juga hiburan yang dibutuhkan kita semua. Hampir seluruh rumah tangga di Indonesia maupun dunia, memiliki sebuah televisi atau lebih.

Mari kita lihat sedikit sejarah televisi, dan menghargai para penemunya yang telah menghadirkan jendela dunia di ruang duduk keluarga kita, dimana semua benda lain dan kursi-kursi di dalamnya diatur untuk menghadap ke arahnya.

TV MEKANIK

Mungkin susah untuk dipercaya. Namun, penemuan cakram metal kecil berputar dengan banyak lubang didalamnya yang ditemukan oleh seorang mahasiswa di Berlin-Jerman, 23 tahun, Paul Nipkow[1883], merupakan cikal bakal lahirnya televisi.

 

Paul Gottlieb Nipkow
Baird Transmitter, 1926

Kemudian disekitar tahun 1920, para pakar lainnya seperti John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins, menggunakan piringan Nipkow ini untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, dan penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Saat itu belum ditemukan Cathode Ray Tube [CRT].

Baird Televisor, 1930Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff, Senior Vice President dari RCA [Radio Corporation of America]. Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Insinyur lain, Philo Farnsworth, juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya, dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.

 

TV ELEKTRONIK

Televisi elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting. Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset TV elektronik ketika TV mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu. Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin dan Philo T. Farnsworth berhasil dengan TV elektroniknya. Dengan biaya yang murah dan hasil yang berjalan baik, orang-orang mulai melihat kemungkinan untuk beralih sistem.

GE Octagon Mechanical Television, 1928Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik. Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya. Pada saat itu, sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya. Seadanya disini, mungkin tidak seperti yang kita bayangkan, namun pada masa itu ukuran layar TV hanya sekitar tiga sampai delapan inci saja, sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, tetapi kompetisi itu ada disana. Sistem yang lebih unggul akan mematikan lawannya.

Tahun 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.

TV RCA, Tipe TT5, 1939Pada tahun-tahun pertama, ketika sedang resesi ekonomi dunia, harga satu set televisi sangat mahal. Ketika harganya mulai turun, Amerika terlibat perang dunia ke dua. Setelah perang usai, televisi masuk dalam era emasnya. Sayangnya, pada masa itu, semua orang hanya dapat menyaksikannya dalam tata warna hitam putih.

TV BERWARNA

Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sayang sekali bahwa sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh negara. CBS, yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka, harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA, yang belajar dari pengalaman CBS, mulai membangun sistem warna mereka sendiri. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu juga untuk diterima sistem hitam putih [BW]. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial thn 1953.

Artikel Televisi, 1928

Berpuluh tahun kemudian hingga awal milenium baru, abad 21 ini, orang sudah biasa berbicara lewat telepon selular digital dan mengirim e-mail lewat jaringan komputer dunia, tetapi teknologi televisi pada intinya tetap sama. Tentu saja ada beberapa perkembangan seperti tata suara stereo dan warna yang lebih baik, tetapi tidak ada suatu lompatan besar yang mampu untuk menggoyang persepsi kita tentang televisi. Tetapi semuanya secara perlahan mulai berubah. Televisi mulai memasuki era digital.

Inilah mereka para pelopornya:

  • Paul Nipkow [1860-1940], Berlin-Jerman
  • John Logie Baird [1888-1946], Scotland-Inggris
  • Charles Francis Jenkins [1867- 1934], Amerika Serikat
  • Vladimir Kosmo Zworykin [1889-1982], Rusia. Setelah revolusi Bolshevik, bermigrasi ke Amerika tahun 1919.
  • Philo T. Farnsworth [1906-1971], Amerika Serikat
  • David Sarnoff [1891-1971], Amerika Serikat. Mulai terkenal 1912 ketika bekerja sebagai operator telegram pada Marconi Company of America yang menerima data penumpang yang lolos dari maut saat tenggelamnya Titanic.

AddThis Social Bookmark Button





History of Graphic Design

23 08 2007

Babak demi babak ditampilkan secara berurutan tahun dan diolah dengan visualisasi yang artistik. History of Graphic Design, didalamnya juga ditampilkan setiap artefak sejarah mulai pertama ditemukan kertas di China hingga awal abad ke 19.

Silahkan simak.

AddThis Social Bookmark Button