Stop The Bullet-Kill The Gun, Choice FM

4 02 2009

Jika diteruskan TV Comm ini pasti akan sangat mengerikan. Bayangkan di benak anda seandainya itu terjadi. Apakah ini iklan yang buruk?…Belum tentu, berikut adalah Award yang diperoleh atas keberhasilan iklan ini.

Awards:
Eurobest 2007
Eurobest 2007 Silver
BTAA 2008
BTAA 2008 Bronze
BTAA 2008 Diploma Awards
IAA Responsibility Award 2008 Silver
IAA Responsibility Awards
One Show 2008 Awards TV Bronze
Cannes Lions 2008 Film Silver

Agency: AMV BBDO London
Country: United Kingdom

AddThis Social Bookmark Button





KillZone 2 Fanmade Super Bowl 02.07.09

3 02 2009

A new video swept the internet claiming to be a Super Bowl Commercial for the upcoming graphically-inclined First Person Shooter Killzone 2. Can it be true? Has Sony actually decided to advertise one of their biggest games for this year? Is this real? I’ll let you decide.

AddThis Social Bookmark Button





V for Vendetta Text Animation

22 02 2008

Skill build that I did for work. We had to do the whole “animated typography” thing. I went for a movie trailer type of look. Didn’t spend too much time on it. All done in After Effects.

AddThis Social Bookmark Button





Typolution

21 02 2008

Desainer grafis Olivier Beaudoin, mentata rythme music dan animasi minimalis typography dengan komposisi yang unik. Bercerita tentang environtmental (mungkin ini semacam campaigne juga) yang memiliki alur cerita sederhana dan mudah dipahami.

AddThis Social Bookmark Button





Motion Capture

22 01 2008

Teknologi perekam gerak ini banyak digunakan dalam pembuatan video game untuk menganimasikan gerak atlet, aksi laga para aktor dana karakter lainnya dalam game. Film menggunakan motion capturing untuk mendapatkan efek komputer dalam beberaepa kasus untuk menggantikan cara tradisional menggerakkan/manganimasikan objek dan menghasilkan tokoh hasil generated komputer seperti tokokh Gollum dalam Lord Of The Ring, The Mummy dan King Kong. Sementara itu film Sinbad: Beyond the Veil of Mists merupakan film pertama yang menggunakan teknologi Motion Capture dalam proses pembuatannya yang dikerjakan oleh beberapa animator film tersebut.

Dalam pembuatan fitur komputer animasi dalam film, industri film terbagi atas studio yang menggunakan teknologi ini dan yang tidak. Dalam sejarah film animasi lebih daari 3 nomanator film meneerima penghargaan Academy Award tahun 2006 untuk kategori The Best Animated Features, dua film animasi sebagai nominator yaitu Monster House dan Happy Feet, dengan keluar sebagai pemenang yaitu Happy Feet, kedua studio yang membuatnya menggunakan teknologi Motion Capture, namun hanya Pixar dengan film The Cars yang tidak menggunakan teknologi ini, bahkan salah satu karya terakhirnya Pixar Studio, Ratatouille, merupakan film yang murni 100% tidak menggunakan teknologi Motion Capturing.

Motion Capture mulai digunakan secar intensif untuk memproduksi hasil karya film untuk melakukan simulasi gerakan aksi realistik dalam film, yang mendekati atau bahkan sama dengan tampilan dan gerakan model yang sesungguhnya. The Polar Express merupakan salah satu film yang menggunakan teknologi Motion Capture untuk memberikan Tom Hanks beraksi dalam aksinya dalam karakter yang diibuat difilm tersebut(sekaligus menggunakan suaranya didalam film tersebut). Tahun 2007 film adaptasi the saga Beowulf juga menggunakan digital karakter yang diambil sekaligus gerak dan suara sang aktor. The Walt Disney Company juga mengumumkan bahwa sedang mempersiapkan karya film terbaru yang juga menggunakan teknik yang sama, yaitu Robert Zemeckis’s A Christmas Carol and Tim Burton’s Alice in Wonderland.

Virtual Reality dan Augmented Reality mampu membuat interaksi antara pengguna dengan konten digital secara real time, yang umumnya digunakan untuk Training Simulation, visual perception tests, atau menunjukkan perjalanan virtual 3 dimensi dengan 3D Environtment didalmnya. Teknologi Motion Capture umumnya digunakan didalam sistem pengarahan secara digital untuk mengarahkan karakter secara real time.

Alternatif proses produksi rekam gerak terfokus pada analisa gaya berjalan dan bergerak tokoh digital, yang merupakan aplikasi utama dalam Motion Capture, rekam gerak yang tanpa batas memberikan jalan untuk melakukan evaluasi gerak manusia, tanpa memberikan beban peralatan tracking, sehingga memberikan keleluasaan gerak bagi objek. Hanya untuk proses rekam tesebut perlu dipersiapkan beberapa kamera yang mampu menangkap objek secara perspektif melalui 3 hingga 24 sudut pandang khusus berupa siluet objek yang bersangkutan untuk di Mapping didalam komputer, terutama mengenai gerak, gaya berjalan dan beberapa unsur Biometric untuk mendapatkan data secara live menggunakan software analisis.


AddThis Social Bookmark Button





Membuat Video

20 01 2008

Samsung Camcorder VP-DC565WI

Sering melihat video karya orang lain yang dipublikasikan di Internet ataupun disharing antar perangkat pemutar video digital portabel? Ternyata, membuatnya tak sesulit bayangan Anda. Asalkan tahu cara membuatnya dan dengan alat yang tepat.

Pertama Anda memerlukan file video digital yang bisa direkam dengan menggunakan kamera video digital seperti Samsung Camcorder VP-DC565WI dan juga sebuah software penyunting video. Kamera video digital ini dilengkapi dengan CCD 1,3 Mpx DSP7. Mampu menangkap gambar diam dengan resolusi efektif 1,2 MP pada resolusi hingga 1280×960 dan 1600×1200 pada moda interpolasi. Fungsi videonya mampu merekam gambar hingga resolusi 720×480 (NTSC) dan 720×576 (PAL) pada 30fps dengan kemampuan kompresi codec MPEG4.

Camcorder VP-DC565WI mampu merekam video hingga 1 jam dengan menggunakan DVD+R dual layer. Selain itu masih dilengkapi juga dengan 4 in 1 multi memory card slot, yang bisa mendukung memori MS, MS PRO, SD dan MMC, sehingga Anda bisa lebih leluasa merekam video pada media yang Anda inginkan. Teknologi Variable Bit Rate Recording (VBR) memungkinkan Anda mengubah bit rate sesuai kecepatan gerak subjek dan merekam secara lebih efisien pada kapasitas DVD yang terbatas.

Agar hasil pengambilan gambar sesuai untuk format video yang bisa dipublikasikan secara online, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika merekam gambar, yaitu:

Dekati objek
Untuk mendapatkan hasil yang bagus, hindari mengambil gambar dari jarak yang terlalu jauh dan memiliki banyak detail. Hal ini karena video Anda memang diperuntukkan untuk perangkat pemutar video portabel dengan layar yang kecil, sekitar 2-3 inci saja, sehingga perlu fokus pada shot-shot close up. Sebaiknya juga tidak menggunakan moda shooting layar lebar 16:9; karena akan menghasilkan garis hitam di atas dan di bawah gambar, yang akan semakin membuat detail gambar tampak kecil. Gunakan moda standar 4:3.

Berpikir kecil
Jika Anda Ingin menambahkan judul atau keterangan lain dalam bentuk teks dalam video, pertimbangkan untuk memilih variasi ukuran teks yang sesuai, agar tak tampak terlalu kecil dan jadi tak terbaca. Bila tak memiliki peranti lunak khusus untuk transisi gambar dan efek, dan tak ingin menggunakan efek-efek transisi, Anda bisa menggunakan software pengolah gambar biasa, seperti Adobe Photoshop. Buatlah dokumen berukuran 200×200 piksel, desain teks dan mengimportnya ke program penyunting video.

Jaga agar tetap pendek
Durasi film sebaiknya tak terlalu panjang, sekitar 5 menit per episode-nya. Dengan durasi video yang pendek, Anda bisa menghemat waktu download bagi pemirsa dan juga bandwidth Anda. Bahkan setelah dioptimasi untuk pemutar video digital portabel, sebuah film 7 menit masih berukuran sekitar 40MB.

Optimasi video Anda
Beberapa aplikasi penyunting video menyediakan fasilitas optimasi untuk membuat file video Anda layak tayang di pemutar video digital portabel. Pilih format file yang bisa diterima oleh situs hosting video bila Anda berniat mempublikasikannya secara online, dan pilih ukuran custom lebar dan tinggi 320×240 sebelum menyimpan proyek video Anda. Aplikasi secara otomatis akan mengekspor video ke dalam format sesuai dengan setting yang Anda buat. Nah, mudah bukan? Selamat berkreasi!


AddThis Social Bookmark Button





Prinsip Produksi Animasi Hollywood

17 01 2008

Secara teknis, metode produksi film animasi akan tetap sepanjang masa dan tidak berubah sejak Raole Barre menemukan Peg Hole dan John Bray menemukan Sel tahun 1914 sebagai sebuah metode/prinsip produksi animasi yang menggunakan animasi gambar manual (Hand Drawing) dan telah digunakan lebih dari 80 tahun hingga kini dengan menggunakan teknologi komputer animasi, scanning, coloring dan compositing.

Prinsip animasi mencapai masa kejayaannya disekitar tahun 1930-1940 ketika Walt Disney studio di Hyperion Boulevard di Hollywood mengimplementasikan prinsip tersebut dan sukses luar biasa. Hampir semua jenis film animasi yang diproduksi saat ini masih menggunakan prinsip dasar animasi sebagai landasan dalam membuat hasil karya animasi. Prinsip tersebut tetap digunakan dengan apapun teknologi pembuatannya. Prinsip dasar ini tertuang juga dalam buku karangan Frank Thomas & Ollie Johnston, Disney Animation, “The Illusion of Life”.

Prinsip dalam karakter animasi yang di implementasikan oleh studio Disney adalah :

Squash and Stretch: Distorsi/penyimpangan bentuk benda/objek dalam proses pergerakannya.

Anticipation: Gerakan pendahuluan/antisipasi sebelum gerakan utama terjadi.

Staging: Posisi kamera untuk merekam aksi terbaik.

Straight-ahead vs. Pose-to-pose action: 2 prosedur dasar.

Follow-through and Overlapping action: Gerakan setelah berhenti tiba-tiba.

Slow-in and Slow-out: Gerakan halus dengan delay waktu ketika memulai dan mengakhiri gerakan.

Arcs: Rencana alur gerakan.

Secondary Actions: Kepala mengibas ketika kaki berjalan.

Timing: Relasi waktu atas gerakan untuk memunculkan ilusi yang real.

Exaggeration: Gerakan dan waktu karikaturistik .

Solid drawing: Belajar membuat gambar dengan tangan untuk menjadi animator yang handal.

Appeal: Unik dan menarik.

Mass and weight: Massa dan isi untuk menunjukan volume dan berat.

Character acting: Bergerak dan berfikir layaknya seorang aktor film.


AddThis Social Bookmark Button